Selasa, 10 Desember 2013

Istilah Pemakaian Class of 1992 adalah sekumpulan dari beberapa pemain muda berbakat emas lulusan Akademi Manchester United. Para pemain muda ini dilatih dan dibina sedini mungkin agar menjadi pemain hebat. Hasilnya, pada tahun 1992 mereka meraih gelar juara FA Youth Cup. Usia mereka rata-rata 18 tahun. Class of ’92 sering juga disebut dengan Fergie Babes, ini karena mereka adalah pemain yang direkomendasikan oleh Alex Ferguson untuk menjadi pemain inti MU saat itu, walau usia mereka masih sangat muda.

 
Sejumlah nama yang dipromosikan ke tim utama, antara lain David Beckham, Gary Neville, Phillip Neville, Ryan Giggs, Paul Scholes, Nicky Butt, Keith Gillespie, Robbie Savage, dan Simon Davies.

Alhasil, pada musim 1992-1993, MU meraih gelar juara Liga Inggris dengan kontribusi dari sebagian besar pemain muda tersebut. Yang pasti tim muda Manchester United tahun 1992 ini merupakan tim yang terbilang sulit untuk disamai. Beberapa pemain Class of ’92 sekarang telah menjdai pemain kaliber internasional. Sebutlah David Beckham, Gary Neville, Phillip Neville, Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Nicky Butt.
Manchester United juga pernah menghasilkan beberapa pemain berkualitas dari akademi sepakbola mereka sendiri. Namun barangkali, yang terhebat di antaranya adalah ya di era 'Class of 92' ini gan.

Ryan Giggs


Ryan Joseph Giggs lahir di Cardiff, Wales, Inggris dengan nama Ryan Joseph Giggs, 29 November 1973 adalah seorang pemain sepak bola Wales dan gelandang legendaris asal Inggris. Ia merupakan salah satu pemain sayap terbaik sepanjang sejarah dan juga dikenal karena loyalitas di Manchester United. Dididik oleh Manchester City, Giggs direkrut oleh MU tepat di ulang tahunnya yang ke-14. Saat itu, Sir Alex Ferguson sendiri yang mendatangi rumah Giggs dan memintanya berlatih di Carrington. Klub Ryan Giggs sekarang ini dan satu-satunya sampai sekarang ini adalah Manchester United. Giggs merupakan pemain terlama yang pernah membela klub ini dan merupakan pemain pertama terbanyak tampil untuk MU sepanjang sejarah (805 kali) setelah memecahkan rekor Sir Bobby Charlton (758 kali).

Bicara prestasi, Giggs tak tertandingi. Bersama United dia juga peraih trofi terbanyak: 23 trofi, termasuk di antaranya 10 gelar juara liga (terbanyak dalam sejarah sepakbola Inggris), empat Piala FA, dua Piala Liga, dan tentunya dua Liga Champions Eropa. Giggs juga adalah pemegang rekor pemain dengan penampilan terbanyak untuk United hingga saat ini.

Paul Scholes


Paul Scholes mulai berlatih dengan Manchester United pada usia 14. dia berpaling profesional ketika dia berusia 18 tahun. Dia membuat debut tim pertama pada tanggal 21 September 1994. Tapi itu tidak sampai musim 1997/1998 bahwa dia menjadi teratur. Scholes pada 1998/1999 memenangkan treble dengan Manchester United. Dia tidak bermain di final Liga Champions UEFA karena suspensi. Tapi dia bagian aktif baik di Piala FA dan gelar Liga Utama.

Paul Scholes telah bermain 381 pertandingan untuk Manchester bersatu dan telah mencetak 96 gol dalam sepuluh tahun karirnya dengan klub. Scholes telah setia kepada klub sejak awal kariernya dan telah membantu United memenangkan Liga Premier 7 kali, Piala FA 3 kali, dan sekali Liga Champions. Paul Scholes memiliki 66 piala untuk Inggris dan telah mencetak 14 gol untuk tim nasional. Dia pensiun dari sepakbola internasional pada tahun 2005.


David Beckham


Mempunyai nama lengkap David Robert Joseph Beckham lahir di Leytonstone, London, 2 Mei 1975. Pada musim 1994/1995 David Beckham masuk ke skuad dalam utama di Manchester United. Tapi di akhir musim, Beckham membuktikan pilihan pelatihnya Alex Ferguson tepat dengan memenangi Premiership dan FA Cup. Di bulan Agustus 1996 David Beckham mencetak gol spektakuler ke gawang Wimbledon yang pada saat itu dikawal Neil Sullivan. Ia mencetak gol dari tengah lapangan. Dia melakukan debutnya untuk tim nasional Inggris pada tanggal 1 September 1996 di pertandingan kualifikasi Piala Dunia menghadapi Moldova.

Beckham ditetapkan sebagai kapten Inggris pada tanggal 15 November 2000 dan ikut bermain di pertandingan kualifikasi Piala Dunia. Termasuk ketika mengalahkan Jerman di Muenchen. Puncak kepahlawanannya terjadi ketika menghadapi Yunani pada 6 Oktober 2001, di pertandingan terakhir kualifikasi piala dunia, Inggris setidaknya perlu meraih 1 poin untuk membuat Inggris bermain di Piala Dunia.

Gary Neville


Gary Alexander Neville (lahir 18 Februari 1975) adalah seorang pemain sepak bola Inggris. Dia adalah bek kanan yang paling banyak bertanding untuk Inggris dan kapten dari Manchester United. Neville bermain untuk United sepanjang kariernya dan membuatnya masuk list pemain yang bermain untuk satu klub. Dia membuat debut internasional pada 1995 dan menjadi pilihan pertama bek kanan untuk klub dan negara selama lebih dari sepuluh tahun.

Dia adalah saudara pemain sepak bola Premier League dan kapten Everton Phil Neville, yang juga ex-pemain Manchester United (dari tahun 1993 hingga 2005). Neville bersaudara bergabung dengan Manchester United sebagai undangan ketika meninggalkan sekolah pada tahun 1991, dan menjadi kapten pemain muda United di Piala FA Youth di musim pertamanya. Dia membuat debut seniornya untuk United pada bulan September 1992 melawan Torpedo Moskow di Piala UEFA. Gary muncul sebagai bagian dari pemain muda Sir Alex yang fenomenal berorientasi pada tahun 1990-an (julukan Fergie's Fledglings, yang diambil dari julukan Busby Babes tahun 1950-an) yang mencakup saudaranya Phil, Ryan Giggs, David Beckham, Nicky Butt dan Paul Scholes.

Phil Neville


Philip Neville adalah seorang pemain sepak bola profesional yang berasal dari Inggris. Ia lahir pada tanggal 21 Januari 1977 di Bury, England ia juga memiliki seorang saudara yang juga merupakan pemain bola ternama yaitu Gary Neville. Saat ini ia sudah menyatakan pensiun sebagai pemain sepakbola. Phil sendiri kemudian memutuskan untuk melanjutkan karir sepakbolanya sebagai pelatih. Dan klub yang ia latih adalah mantan klubnya terdahulu, Manchester United. Ia ditunjuk manajer David Moyes untuk mendampinginya sebagai First Team Coach.

Phil Neville ditandatangani oleh Everton di musim panas 2005 selama 3,5 million pound untuk lima tahun kontrak. Sejak saat itu dia bermain secara reguler untuk Merseysiders dan telah bermain sekitar 150 pertandingan di semua kompetisi bagi Toffees. Phil Neville membuat debut internasional untuk Inggris pada tahun 1996 dan telah bermain 59 kali untuk negaranya sejauh ini. dia mewakili negaranya di Euro’96, Euro 2000 dan Euro 2004.

Nicky Butt


Seorang gelandang tengah yang tangguh, tipe yang sangat disukai Ferguson yang pernah sangat mengandalkan Paul Ince dan Roy Keane. Butt memulai debut pada musim 1992-93, tapi baru jadi pilihan utama musim 1994-95. Akibat mulai gagal bersaing dengan gelandang-gelandang lain, Butt terbuang ke Newcastle United tahun 2004. Karirnya terus meredup, salah satunya ditandai dengan tergedragasinya Newcastle akhir musim lalu.

Class of 1992: Awal kejayaan United si #Setan #Merah



Melahirkan seorang bintang sepak bola saja adalah perkara sulit. Jika mampu melahirkan bintang dalam satu kelas atau angkatan, itu berarti sangat luar biasa. Sekolah sepak bola Manhcester United (MU) pernah melakukannya. Pada awal 1990-an, akademi MU memiliki murid-murid yang penuh bakat dan berkelas. Betapa tidak, angkatan tersebut dihuni oleh benih-benih berkualitas yang kelak menjadi bintang-bintang besar di jagad sepak bola. Juga, menjadi kunci sukses Setan Merah (julukan MU). Sebut saja David Beckham, Nicky Butt, Keith Gillespie, Ryan Giggs, Robbie Savage, Paul Scholes dan sebagainya. Mereka sudah menebar pesona, meski masih berwajah imut.

Angkatan itu akhirnya melegenda dengan sebutan Class of ‘92 . Sebab, pada tahun itu mereka menunjukkan kehebatannya di pentas Piala FA Junior. Nicky Butt dkk tampil memukau dan menghajar Crystal Palace 6-3 di final. Untuk ketujuh kalinya (waktu itu, Red) MU menjuarai Piala FA Junior dan itu sebuah rekor tertinggi. Dibangun sejak 1930-an, sekolah sepak bola Manchester United (MU) memang terkenal bagus. Banyak bintang besar yang lahir dari gemblengan akademi itu. Meski tak mengharamkan pembelian pemain asing, tapi MU sangat menghormati lulusan akademinya.

Klub ini bahkan punya filosofi, “Pemain yang kamu ciptakan akan lebih baik daripada pemain yang kamu beli.” Karena itu, akademi ini terus melahirkan bintang-bintang besar sepanjang sejarahnya. Sebelum melahirkan Class of ‘92 , akademi ini sudah mencetak Duncan Edwards, George Best, Bobby Charlton, Mark Hughes.

Bahkan pada era 1950-an, mereka juga memiliki satu angkatan yang berkualitas. Sebagai contoh Bobby Charlton, Duncan Edwards, Harry Gregg, Roger Byrne, Geoffrey Bent, dsb. Selang 30 tahun kemudian, klub ini kembali melahirkan angkatan yang bisa dibanggakan. Class of ‘92 dinilai menyamai kelas Busby Babes. Sekumpulan bakat yang lahir dalam satu era yang kelak mampu melahirkan kebesaran bagi MU.

GUDANG SENJATA SIR. ALEX

Fenomena Class of ’92, juga tak lupu dari perhatian manajer MU, Sir Alex Ferguson. Bahkan pelatih asal Skotlandia ini menilai Nicky Butt dkk adalah aset yang sangat berharga dan bakal menjadi senjata utama timnya.

Benar saja, pada musim 1994-95, Ferguson mulai berani memanfaatkan angota Class of ‘92 . Ini memang saat yang tepat. Para pemain junior itu sudah mulai matang, sementara Eric Cantona dihukum 8 bulan karena menendang suporter dan Mark Hughes sering cedera. Pada musim 1995-96, anggota Classs of ’92 makin banyak yang ditarik ke tim senior. Mereka masing-masing David Beckham, Paul Scholes, Nicky Butt, Gary Neville, Phil Neville, dan Ryan Giggs.

Tindakan Fergie – panggilan akrab Ferguson – itu sempat dikritik mantan pemain Liverpool yang juga komentator BBC, Alan Hansen. “Anda tidak akan memenangkan apa-apa di musim 1995-96 kalau mengandalkan anak-anak,” sindir Hansen kepada Fergie. Ferguson tak peduli dengan kritikan itu. Dia merasa lebih tahu dari siapa pun tentang potensi Nicky Butt dkk. Menurutnya, mereka akan menjadi senjata utama MU dalam meraih banyak gelar.

“Sudah sangat jelas, bakat-bakat para pemain anggota Class of ’92 sangat luar biasa. Mereka sudah menunjukkan kemampuannya di kompetisi junior. Teknik dan gaya permainannya sangat spesial,” jawab Fergie waktu itu. Fergie tak salah. Keyakinannya terhadap para pasukan baru itu ternyata bukan tanpa alasan. Sebab, hampir semua pemain memberi pengaruh besar terhadap permainan MU. Gary Neville menjadi bek kanan yang luar biasa. Tangguh dan berani maju membantu serangan. Sedangkan Nicky Butt langsung nyetel dan menjadi gelandang yang kreatif. Paul Scholes menjadi gelandang serang yang sangat aktif dan produktif.

Di sektor sayap, MU malah sangat istimewa dan dianggap terbaik. Sebab di sisi kanan ada David Beckham yang memiliki umpan mematikan. Dia tak butuh banyak gocek, tapi umpannya sering menjadi assist. Di sisi kiri ada Ryan Giggs yang menambah ketajaman serangan MU. Gocekannya sangat hebat dan penetrasinya sulit dihentikan lawan. Hasilnya, MU meraih double winners pada musim 1995-96: juara Premier League dan Piala FA. Sejak itu, Class of ‘92 menjadi andalan MU. Mereka bahkan menjadi pilar kejayaan klub ini di era 1990-an. Selain double winners di musim 1995-96, mereka juga mampu menambah 5 gelar Premier League, 1 Piala FA, 1 Liga Champions, dan 1 Piala Interkontinental.

Prestasi paling bersejarah tentu pada musim 1998-99. David Beckham dkk menorehkan catatan emas. MU menjadi klub pertama yang mampu meraih treble winners dengan menjuarai Premier League, Piala FA, dan Liga Champions.

“Kualitas para anggota Class of ‘92 menjadi salah satu kunci kesuksesan manajemen saya. Jika menjadi manajer seperti saya, Anda harus memiliki tim dengan kualitas seperti itu,” jelas Fergie. Tak bisa dipungkiri, sukses terbesar MU dalam sejarahnya mmang terjadi di masa manajemen Fergie. Tak bisa dielakkan juga, salah satu sukses Fergie berkat pasukan Class of ‘92 . Karena kualitas mereka, MU mampu meraih banyak gelar.

Meski kini tinggal Gary Neville, Paul Scholes, dan Ryan Giggs yang masih berada di MU, tapi Class of ‘92 tetap melegenda. Mereka akan tetap dicatat sebagai salah satu tonggak sejarah besar Setan Merah.

Posted on 05.46 by Unknown

No comments



Old Trafford adalah sebuah stadion sepak bola yang terletak di Old Trafford, Manchester Raya, Inggris dan merupakan stadion milik Manchester United F.C. Stadion ini menjadi milik permanen Manchester United sejak tahun 1910 dan diberi julukan The Theatre of Dreams oleh Sir Bobby Charlton. Stadion ini diarsiteki oleh Sir Archibald Leitch yang juga mengarsiteki markas Charlton Athletic, Chelsea, Everton, Middlesbrough, Tottenham Hotspur, Rangers F.C. serta Southampton. Stadion ini sempat tidak digunakan pada tahun 1941-1949 karena mengalami kerusakan akibat di bom pada saat Perang Dunia yang Kedua. Selama periode tersebut, Manchester United harus berbagi stadion dengan rival sekotanya Manchester City di stadion Maine Road. Stadion Old Trafford terletak kira-kira setengah mil dari Lapangan Kriket dan Manchester Metrolink.


Stadion ini pernah menjadi tuan rumah pertandingan semi-final Piala FA (sebagai tempat netral), dan menjadi markas Tim nasional Inggris ketika Stadion Wembley dalam proses renovasi. Stadion ini juga menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 1966 dan Euro 96, dan juga final Liga Champions 2003 dan juga menjadi tempat penyelengaraan final piala FA antara Chelsea dan Leeds. Old Trafford adalah stadion pertama yang memperkenalkan pagar batas pengaman pada tahun 1970.

Sejarah Singkat

Pada 1878, para pekerja depot Lancashire and Yorkshire Railway mendirikan klub sepakbola bernama Newton Heath L&YR FC. Klub tersebut nyaris mengalami kebangkrutan pada 1902 sebelum diselamatkan oleh investasi JH Davies, direktur pengelola Manchester Breweries. Dalam rapat direksi setelah pembelian, para pengurus klub merasa perlu mengubah nama klub untuk menandai awal yang baru. Pada 26 April 1902, dipilihlah nama Manchester United berkat usulan seorang pria berdarah Italia, Louis Rocca, di antara pilihan nama lain seperti Manchester Central dan Manchester Celtic.

Karena masalah finansial yang melanda mereka Newton Heath akhirnya dibeli pengusaha John Henry Davies dan mengubah namanya menjadi Manchester United Football Club, setelah mempertimbangkan dua nama lain yang akhirnya tidak dipilih yakni Manchester Central dan Manchester Celtic, pada tahun 1902. Old Trafford resmi menjadi markas baru Manchester United pada musim 1909-10 yang berawal saat ketua Manchester United saat itu John Henry Davies membeli tanah senilai 60 ribu Dollar.

Stadion ini dirancang oleh Archibald Leitch dengan anggaran sekitar 30 ribu Dollar hingga selesai. Rencana awal dideskripsikan bahwa stadion Old Trafford dapat menampung lebih dari 100.000 penonton , walau hingga akhirnya kapasitas resminya tercatat 76.212 penonton. Pertandingan pertama di Old trafford dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 1910 melawan Liverpool yang dimenangkan oleh Liverpool dangan skor 3-4.



Sukses pertama di liga dimulai pada 1907/08. Musim sebelumnya, MU memboyong Billy Meredith dan Sandy Turnbull dari rival sekota, Manchester City, akibat melanggar peraturan FA. United sukses unggul sembilan poin di atas tim peringkat kedua, Aston Villa. Setahun setelah sukses meraih mahkota liga, United menggaet trofi Piala FA untuk kali pertama. Dua bekas pemain City itu benar-benar menjadi inspirasi United untuk mendominasi persepakbolaan Inggris.

Pada tahun 1911 dan 1915 dihelat pegelaran final piala FA dan pada tahun 1920 stadion ini mencapai rekor jumlah penonton terbanyak yakni 70,504 orang pada laga melawan Aston Villa. Jumlah penonton terbanyak (76,962 orang) saat itu terjadi pada laga semifinal piala FA tahun 1939 dimana Portsmouth berhadapan dengan Grimsby.
Selanjutnya seluruh sisi stand stadion dibangun atap, namun model stand tersebut menganggu pandangan penonton. Akhirnya pada pertengahan tahun 1960, dibangun stand bergaya modern pada sisi selatan dan timur. Desain stand yang baru, memiliki teras di depan dan bagian besar tempat duduk di belakang. Kemudian seluruh sisi stand stadion dirombak hingga tahun 1994. Pada era 1960, 70 dan 80 Old Trafford mampu menampung 58,000 orang lebih. Akan tetapi pada awal 1990 setelah tragedi Hillsbrough, semua klub papan atas harus memiliki tempat duduk yang lengkap. Rancangan Old Trafford tahun 1960 kini telah selesai dikerjakan dan semua sisi memiliki tempat duduk penonton. Akibatnya kapasitas stadion menciut menjadi 44,000 dan hal itu tidak sepadan dengan kepopuleran United.

Karena itu pada tahun 1995-6 dibangun stand raksasa bertingkat tiga di sebelah utara. Mampu menampung 26,000 sehingga total kapasitas stadion mencapai 56,000. Stand sebelah Utara mencapai ketinggian 200 kaki dan memiliki empat buah menara dan atap bergaya cantilever terbesar di Eropa. Bentuk menara raksasa yang garang ini dapat membuat lawan terintimidasi. Selain menghabiskan dana 19 juta Poundsterling, terdapat museum United yang terdiri tiga lantai (dibuka jika tidak ada pertandingan) dan ruangan koleksi trofi (semoga saja akan selalu penuh). Selain itu terdapat Red Café dan dua lapis menara langit eksekutif yang berbentuk kotak.


Yang menarik adalah 20 baris tempat duduk terdepan pada semua sisi stand memiliki ketinggian di bawah permukaan tanah. Bagian selatan jarang disorot oleh televisi dan bagian utara lebih sering disorot. Dulunya lorong tempat masuknya pemain ke stadion berada di tengah-tengah stand ini, namun pada tahun 1993 dipindah ke bagian tenggara. Lorong yang lama masih ada dan biasanya dipakai untuk keperluan tur stadion. Stand bagian timur merupakan tempat fans fanatik United dan juga tempat fans lawan pada bagian ujungnya. Bagian ini juga dikenal sebagai Scoreboard End. Dijuluki demikian karena di sana terdapat papan nilai raksasa sebelum tahun 1960-an, kemudian papan nilai ini digantikan 2 papan elektronik yang menempati 2 sisi ujung bagian utara.



Pembangunan selanjutnya adalah tingkat ke dua pada bagian timur yang selesai bulan Januari tahun 2000, sehingga kapasitas bertambah menjadi 61,000. Bagian luar terdapat pintu kaca yang besar yang banyak dijumpai pada gedung perkantoran modern. Disana terdapat patung Sir Matt Busby, plakat memorial Munich dan jam terkenal yang mengenang tragedi kecelakaan pesawat pada tanggal 6 Februari 1958. Di sini juga berdiri megah Mega Store Manchester United yang menjual barang-barang untuk fans.


Sisi bagian barat stadion dikenal banyak orang sebagai the legendary Stretford End. Karena pada waktu stadion belum memiliki tempat duduk, sisi barat ini selalu dipenuhi hampir 20,000 orang fans yang berdiri mendukung United dan mereka dikenal karena suaranya yang paling keras di Britania. Dulu pernah diukur tingkat kebisingan suara penonton melebihi pesawat Jumbo Jet yang lepas landas. Teras sebelumnya dirombak pada tahun 1993 dan bulan Agustus tahun 2000 dibangun teras tingkat dua dan dipenuhi tempat duduk, sehingga menambah kapasitas total stadion menjadi 68,217. Stand bagian barat merupakan tempat duduk penonton yang berkeluarga dan di bawahnya adalah ruang ganti pemain / lorong dan lounge.


Juga dapat dijumpai spanduk-spanduk yang dibentangkan buatan fans United untuk menyatakan dukungan dan menghujat tim lawan. Selain itu juga terdapat patung Denis Law, striker United pada tahun 1960 - Law dikenal sebagai "The King of The Stretford End". Old Trafford menjadi tuan rumah perhelatan semi final Euro 96 dan hingga sekarang menjadi tempat digelarnya semi final Piala FA tahunan. Pada tanggal 28 Mei 2003, stadion ini diberi kehormatan untuk menyelenggarakan partai final liga Champions antara AC Milan berhadapan dengan Juventus, dimana Milan memenangkan pertandingan 3-2 melalui adu penalti setelah sebelumnya bermain imbang 0-0.

Saat ini United berencana meningkatkan jumlah kapasitas stand pada bagian barat daya dan timur laut sehingga diperkirakan kapasitas meningkat menjadi 75,000. Perluasan pada sisi selatan masih belum terlalu mendesak, karena keterbatasan ruang di sekitar stadion. Juga akan dibangun rel kereta di sekitar stadion, namun klub harus membayar ganti rugi kurang lebih 50 rumah di sekitar stadion akibat kebisingan yang ditimbulkan. Rencana jangka panjang tetap berjalan, yakni membangun stand bagian selatan supaya memiliki kesamaan dengan stand bagian utara. Nantinya jumlah kapasitas tempat duduk di Old Trafford akan mencapai 92,000.

Pada era modern, legenda United dilanjutkan pria Skotlandia bernama Sir Alex Ferguson (Oppa Fergie). Sejak kompetisi Inggris memasuki era Liga Primer, Man Utd memborong 11 kali mahkota juara dari 17 kesempatan. Di Eropa, bersama Ferguson United sukses menambah koleksi gelar juara Liga Champions pada 1999 dan 2008.
  
Stadion Manchester United kini terkenal angker yakni Old Trafford. Julukan stadion ini adalah Theatre of Dreams merujuk kepada julukan yang diberikan oleh Bobby Charlton. Tentunya tidak serta merta Manchester United menempati stadion ini seperti namanya dan juga sejarah panjangnya sejak lama. Manchester United atau tepatnya Newton Heath semula bermarkas di Stadion North Road yang berkapasitas 12.000 kursi.








Old Trafford Theatre of Dreams

Pemilik  Operator        : Manchester United
Lokasi                           : Sir Matt Busby Way Old Trafford, Greater
Manchester, Inggris
Berdiri                          : 1878
Mulai pembangunan    : 1909
Dibuka                          : 1910
Biaya pembuatan         : £ 90,000 (1909)
Arsitek                          : Archibald Leitch (1909)
Kapasitas                      : 75.765
Pemakai                        : Manchester United F.C. (1910–sekarang)
Telepon                         : 01618688000
Faksimile                      : 01618688804
Surat Elektronik           : enquiries@manutd.co.uk
Laman Resmi               : http://www.manutd.com
Ketua                            : Joel & Avram Glazer
Direktur                       : Edward Woodward
Stadion                          : Old Trafford


Posted on 05.44 by Unknown

No comments



Matt Busby memiliki Manchester United 's trio penyerang Bobby Charlton, George Best dan Denis Law kembali pandangannya. Sebuah patung dari tahun 1968 di Piala Eropa manajer pemenang tampak besar di luar Old Trafford dan patung lain dari tiga pemain "United Trinity" diresmikan Kamis menghadap stadion. Sir Matt Busby Way.

Klub sebesar Manchester United tentu tidak menjadi besar dengan sendirinya. The Red Devils Manchester United tentunya menjadi salah satu klub elit di dunia dengan melewati berbagai momen-momen menyedihkan dan juga menyenangkan di setiap laga yang dijalani. Sebagai klub, United pernah beberapa kali terdegradasi dan mengalami musibah paling memilukan dalam sejarah klub dan sepakbola dunia. Sebanyak 23 orang (termasuk 8 pemain United) meninggal dalam tragedi pesawat di Munich tahun 1958. Musim telah diwarnai dengan peringatan 50 tahun muram dari bencana udara Munich, yang merobek terpisah "Busby Babes", dan Ferguson sangat ingin menghasilkan penghargaan yang tepat di lapangan kepada tim yang sedang menuju kemuliaan Eropa pada tahun 1958.

Namun setelah tragedi Muenchen tahun 1958, United kemudian bangkit menjadi klub terbaik. Tentu di balik kebangkitan itu terdapat sosok yang menjadi motor penggerak kebangkitan klub. Ada sosok fenomenal Sir Matt Busby yang berhasil memenangkan Piala FA pada tahun 1962-1963 dan Liga Utama Inggris di tahun 1964-1965 dan 1966-1967. Setelah memenangi liga, Manchester United diundang untuk bermain di Piala Champion, Manchester United mencapai semifinal kompetisi tahun 1965-1966, dan memenangkan kompetisi di tahun 1967-1968, mengalahkan Benfica dengan skor 4-1 di final. Tim asuhan Sir Matt Busby memainkan sepak bola menyerang dengan penuh skill yang mengingatkan pada ‘Busby’s Babes’. Pemain utama dalam skuad Manchester United adalah George Best, Denis Law dan Bobby Charlton. Dan setiap pemain memainkan sepakbola yang luar biasa.   

Untuk menghormati kontribusi mereka terhadap klub, United membuatkan mereka patung perunggu yang diletakkan di area stadion Old Trafford. Patung Sir Matt Busby dibangun terlebih dulu dan diletakkan tepat di pintu masuk stadion, sedangkan Trinity Statue (Law, Best, Charlton) dibangun di depan stasion dengan posisi berhadapan dengan patung Sir Matt Busby.



Dalam rangka memperingati 40 tahun keberhasilan Manchester United menjuarai piala Champions, tanggal 29 Mei 2008 pihak klub meresmikan patung legenda United yang dikenal dengan nama "United Trinity". Patung tersebut dibuat oleh seniman Philip Jackson. Legenda United yang diabadikan namanya dalam patung tersebut adalah George Best, Dennis Law dan Bobby Charlton. Uniknya ketiganya berasal dari 3 negara yang berbeda namun masih Inggris Raya, yakni Best (Irlandia), Law (Scotlandia) dan Carlton (Inggris). Ini menimbulkan kesan bahwa meski berbeda tempat asalnya namun mereka bersatu dalam membela Manchester United.

Patung tersebut diletakkan di depan stadion Old Trafford dan berhadapan langsung dengan patung Sir Matt Busby yang sudah diresmikan beberapa tahun sebelumnya. Tentunya patung ini akan menjadi obyek foto wajib bagi siapapun fans United di seluruh dunia yang berkunjung ke Old Trafford.

 



Bobby Charlton
Bobby Charlton (lahir tahun 1937), bergabung dengan Manchester United di pertengahan tahun 1950-an dan menjadi bagian reguler di tim utama Manchester United dalam kurun waktu tahun 1957-1958. Setelah selamat dari kecelakaan pesawat di Munich, ia menjadi bagian penting dari tim baru Sir Matt Busby. Dia bisa bermain sangat baik dalam menyerang ataupun membangun serangan dari lini tengah. Charlton dikenal karena pergerakannya yang bagus, mempunyai skill passing yang akurat dan mempunyai kekuatan menembak bola. Secara keseluruhan ia membuat 758 penampilan bagi Manchester United dan mencetak lebih banyak gol (249 gol) dari orang lain. Charlton juga mempunyai 106 caps untuk timnas Inggris.

Denis Law
Denis Law (lahir tahun 1940) ditransfer ke Manchester United dari Torino di Italia pada tahun 1962. Dia adalah seorang pencetak gol alami. Dia sangat cepat di daerah kotak penalti dan seorang header yang sangat baik dalam menyundul bola. Dalam sebelas musim membela Manchester United ( tahun 1962-1973 ) ia mencetak 237 gol untuk Manchester United. Denis Law adalah kapten tim pada berbagai kesempatan dan banyak pendukung menjulukinya sebagai ‘The King’ atau ‘The Lawman’. Kecermelangan karir Denis Law sedikit kurang lengkap karena dia tidak bisa bermain di final Piala Champion pada tahun 1968 dimana Manchester United keluar sebagai juara karena cedera. Antara tahun 1958 dan 1974, The Lawman juga bermain 55 kali untuk timnas Skotlandia.



George Best
George Best (lahir tahun 1946) tumbuh besar di Belfast, Irlandia Utara. Dia pertama kali datang ke Manchester United pada tahun 1960, saat berusia empat belas. Best adalah pemain yang sangat berbakat, memiliki kekuatan yang luar biasa, keseimbangan dan skill mengolah bola yang mumpuni. Dia adalah seorang jenius sepak bola. Best bisa menggiring bola dengan cepat dan punya kekuatan menembak bola dari kedua kakinya. Secara keseluruhan Best mencetak 179 gol untuk Manchester United, dan banyak dari gol-gol itu tercipta dari upaya individu yang mengesankan. Ia menikmati gaya hidup ‘Swinging Sixties’ yang membawanya ke dunia selebriti dan membuatnya mengakhiri dini karir sepakbola nya. Best mewakili Timnas Irlandia Utara pada 37 kesempatan. George Best meninggal pada 2005.


Selama kurun waktu dalam beberapa tahun dan decade terakhir mereka bermain untuk Manchester United (The Red Devils) pada di tahun 1960-an, masing-masing dari ‘The United Trinity’ terpilih sebagai Pemain Terbaik yang da di daratan benua Eropa. Denis Law pada tahun 1963-1964, kemudian Bobby Charlton pada tahun 1965-1966, dan juga si George Best pada tahun 1967-1968. Pantas jika dari ketiga pemain tersebut menyandang sebagai predikat Legends Of Manchester United, dan tampaknya seluruh fans dan supporter red devils mengamininya.

Dari segi apapun mereka bertiga adalah pemain yang sudah banyak menyumbangkan jasa-jasanya untuk united. Meskipun saya yang menulis artikel ini belum pernah sekali pun melihat mereka bermain di dalam lapangan apalagi mencetak gol. Yyaaaa……!!!!!!! saya tentunya sebagaian dari fans fanatic United di seluruh jagad raya ini yang hanya mengetahui kisah dan historis ketiga pemain tersebut "United Trinity".


Posted on 05.38 by Unknown

1 comment